sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Eskalasi Timur Tengah Berpotensi Tingkatkan Inflasi hingga Tekan Rupiah

Economics editor Nia Deviyana
01/03/2026 21:30 WIB
Dampak awal memang berasal dari lonjakan harga minyak, namun efek tersebut akan menjalar jauh lebih luas.
Eskalasi Timur Tengah Berpotensi Tingkatkan Inflasi hingga Tekan Rupiah. Foto: iNews Media Group.
Eskalasi Timur Tengah Berpotensi Tingkatkan Inflasi hingga Tekan Rupiah. Foto: iNews Media Group.

Kondisi tersebut membuat otoritas moneter diperkirakan akan lebih fokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dibandingkan melonggarkan kebijakan suku bunga.

"Jadi investor akan pindah ke dolar US, biasanya mata uang emerging market juga akan melemah, padahal situasi kondisi ekonomi dan juga pasar uang kita juga sedang mengalami tantangan cukup berat. Dan bagi otoritas moneter, ini tentu akan menjadi lebih fokus kepada menjaga rupiah daripada menurunkan suku bunga," ujarnya.

Dia juga mengingatkan dampak konflik bukan hanya pada sektor perdagangan, tetapi juga arus modal. Jika inflasi global meningkat akibat lonjakan harga energi, bank sentral negara maju berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga dana asing keluar dari pasar negara berkembang.

Konsekuensinya, rupiah bisa kembali tertekan, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) naik, dan Indeks Harga Saham Gabungan berpotensi bergerak volatil. Di sisi lain, biaya pembiayaan korporasi juga akan semakin mahal.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement