AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

G7 Sepakat Hantam Keuangan Rusia, Harga Minyak Terpantau Naik 

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 28 Juni 2022 09:50 WIB
Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini (28/6) menyusul sejumlah langkah strategi negara G7 untuk memukul keuangan Rusia.
G7 Sepakat Hantam Keuangan Rusia, Harga Minyak Terpantau Naik  (Dok.MNC)
G7 Sepakat Hantam Keuangan Rusia, Harga Minyak Terpantau Naik  (Dok.MNC)

IDXChannel - Harga minyak mentah mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini. Pantauan bursa ICE pada Selasa (28/6/2022), harga Brent untuk kontrak September 2022 naik 1,07% di USD112,17 per barel.

Adapun West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman September juga tumbuh 1,09% di USD107,54 per barel.

Kenaikan di sesi pagi ini terjadi menyusul reli yang berlangsung sejak Senin kemarin (27/6) di tengah spekulasi bahwa negara-negara G7 yang didominasi Barat akan lebih memperketat aliran impor sebagai langkah untuk keluar dari ketergantungan pasokan Rusia.

Sementara itu, Rusia, terus melancarkan serangan di sejumlah wilayah Ukraina. Investing melaporkan, terdapat sebanyak lebih dari 1.000 orang tewas setelah sebuah misil roket diluncurkan ke sebuah mal di Kremenchuk.

Pasokan minyak yang semakin terbatas membuat harganya menjulang di pasaran. Hal ini sejalan dengan upaya para pemimpin G7 -terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat- memotong aliran dana Rusia terhadap pendanaan perang.

“Ada banyak faktor dalam krisis geopolitik yang sedang terjadi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga minyak, meskipun hal itu bisa saja berubah setiap saat,” kata Analis Again Capital, John Kilduff, dilansir Investing, Selasa (28/6/2022).

Selain itu, G7 juga menegaskan bakal terus mendukung Ukraina "apa saja yang dibutuhkan", sekaligus mengusulkan untuk membatasi harga minyak dari Rusia sebagai bagian dari sanksi baru untuk memukul keuangan Moskow.

"Saya pikir jika mereka menerapkan batasan harga pada penjualan dan pembelian minyak Rusia, sulit bagi saya untuk membayangkan bagaimana ini akan diterapkan, terutama ketika China dan India telah menjadi pelanggan terbesar Rusia," kata konsultan perusahaan minyak yang berbasis di Houston, Andrew Lipow, dilansir Reuters, Selasa (28/6).

Lebih jauh, resesi dan suku bunga yang tinggi juga masih mengkhawatirkan pasar, dan membuat harga minyak bergerak fluktuatif. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD