IDXChannel - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) relatif stagnan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Sekretaris Jenderal Gapki Hadi Sugeng Wahyudiono mengatakan, hal tersebut menandakan industri sawit nasional menghadapi tantangan serius. Sehingga, membutuhkan perawatan lebih lanjut.
"Ini adalah fakta yang ada di tempat kita. Bahkan produksi kita lima tahun terakhir ini ya relatif tidak bergerak, so so saja. Ini menandakan ya industri kita ini perlu ada treatment," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026) malam.
Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah melambatnya replanting atau peremajaan tanaman tua kelapa sawit. Sementara di satu sisi banyak sekali tuntutan-tuntutan yang memerlukan ada yang pasokan CPO ini.
"Jadi ini menjadi PR kita bersama," kata dia.
Kemudian untuk konsumsi dalam negeri, kata Hadi, terus mencatatkan peningkatkan dari tahun ke tahun. Namun, hal ini bisa jadi peluang dan ancaman sekaligus.
"Peluang apabila kita bisa menyediakan bahan bakunya, ancaman apabila produksi kita masih seperti yang tadi (stagnan)," ujar dia.
Indikator-indikator tersebut, kata Hadi, membuat angka ekspor terkoreksi.
"Namun, tahun ini relatif lebih baik. Mudah-mudahan bisa bertahan," ujarnya.
Hadi menungkapkan, apabila ini terjadi terus-menerus, dikhawatirkan porsi ekspor dikorbankan. Sehingga, ujung-ujungnya manfaat kepada petani untuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), biodiesel dan sebagainya tentunya juga akan menjadi masalah.
Sebagai informasi, data Gapki mencatat total produksi minyak sawit mentah (CPO) nasional sepanjang 2021-2025 bergerak dalam kisaran sekitar 51-56 juta ton. Pada 2025, produksi tercatat sebanyak 56,55 juta ton, naik 7,2 persen dibandingkan 2024 yang sekitar 52,76 juta ton.
Di sisi lain, data Gapki menunjukkan konsumsi minyak sawit dalam negeri terus mencatatkan peningkatkan. Konsumsi domestik naik 3,8 persen (yoy) menjadi sekitar 24,77 juta ton pada 2025, dari 23,86 juta ton di 2025. Sedangkan pada 2021, tercatat hanya 18,4 juta ton.
(Dhera Arizona)