AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Hanya Tumbuh 0,1 Persen, Ekonomi Inggris Terimbas Varian Delta

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Senin, 13 September 2021 18:43 WIB
Pertumbuhan ekonomi di Inggris perkembangannya hampir stagnan pada Juli 2021 lalu.
Hanya Tumbuh 0,1 Persen, Ekonomi Inggris Terimbas Varian Delta

IDXChannel – Pertumbuhan ekonomi di Inggris perkembangannya hampir stagnan pada Juli 2021 lalu. Dimana, seperti diketahui, hal tersebut terjadi lantaran penyebaran Covid-19 varian delta yang menyebar sangat masif setelah pelonggaran penguncian wilayah atau lockdown.

Dikutip dari program 2nd Session Closing IDX Channel, Senin (13/9/2021), Knaor Urusan Statistik Nasional (ONS) menyebutkan, ekonomi negara tersebut hanya mampu berkembang positif sebesar 0,1% month to month pada Juli 2021. Hal ini merupakan pertumbuhan terkecil sejak awal tahun.

Dimana pemerintah menetapkan kebijakan lockdown secara nasional. Realisasi tersebut juga jauh di bawah bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang mana pertumbuhan laju ekonomi mencapai 6,6%.

Dikutip dari Reuters, Senin (13/8/2021), capaian tersebut dinilai mengejutkan, mengingat para ekonom sebelumnya telah memprediksi pertumbuhan ekonomi dapat menyentuh 0,6%. Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak percaya ekonomi akan tumbuh kembali untuk pemulihan pasca pandemi.

Adapun, perlambatan ekonomi yang terjadi turut menguatkan argumen pejabat Bank of England untuk tidak menarik stimulus yang telah diberikan meskipun tertekan inflasi. Selain itu, sebagian besar sektor mengalami stagnansi pada Juli lalu yang penurunan terbesarnya dipimpin oleh sektor ritel.

Lebih lanjut, ONS mengungkapkan perdagangan barang mengalami defisit hingga 12,7 miliar poundsterling. Hal tersebut beriringan dengan pelemahan ekspor ke Uni Eropa (EU) sebagai dampak dari kebijakan selepas Brexit. (FIRDA/NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD