AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Harga Cabai Masih Tinggi, Sentuh Level Rp120 Ribu 

ECONOMICS
Taufik Fajar
Minggu, 14 Maret 2021 14:07 WIB
Harga cabai rawit merah masih tinggi dan terus masih melambung di pasaran. Tercatat di beberapa pusat perbelanjaan menyentuh angka Rp120.000 per kilogram.
Harga Cabai Masih Tinggi, Sentuh Level Rp120 Ribu . (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Setelah selama sepekan lebih, harga cabai rawit merah masih tinggi dan terus masih melambung di pasaran. Tercatat di beberapa pusat perbelanjaan menyentuh angka Rp120.000 per kilogram.

Harga tersebut menurun dari hari sebelumnya yang mencapai Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram. Akan tetapi pedagang menyebut harga Rp120.000 masih tergolong mahal.

Salah seorang pedagang kebutuhan bahan pokok, Marni (56 tahun) mengaku, harga cabai masih mahal daripada bahan kebutuhan bahan pokok lainnya.

"Cabai masih mahal saat ini harganya Rp120.000 per kilogram," ujar dia di Pasar Cipluk Penjaringan Jakarta Utara, Minggu (14/3/2021).

Kemudian, kata dia, harga-harga kebutuhan pokok lainnya seperti bawang merah dan putih masih stabil. Terlihat juga harga telor hanya Rp25.000 per kilogram. "Harga bawah merah dan bawah putih harganya masih stabil dikisaran Rp40.000 per kilogram," tandas dia.

Sebelumnya, sejumlah petani cabai di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengungkapkan sejumlah alasan kenapa harga cabai bisa begitu 'pedas' di pasaran.

Salah satu yang berpengaruh adalah faktor cuaca ekstrem sehingga membuat banyak tanaman cabai mati. "Akibat cuaca ekstrem tanaman cabai lebih mudah terserang hama dan mati, jadi hasil panen menjadi berkurang," terang petani di Desa Wangunharja, Lembang, KBB, Masri. (FHM)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD