Roberth menambahkan, dengan dukungan jaringan infrastruktur energi yang membentang luas dari Sabang hingga Merauke, Pertamina mampu menjaga stabilitas pasokan serta melakukan respons cepat apabila diperlukan penambahan volume di wilayah-wilayah tertentu.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya dengan jaringan unit operasi kami di 8 Cabang Kantor Wilayah (Regional 1-8) dalam rangka melakukan langkah-langkah antisipatif untuk memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Jika terdapat peningkatan kebutuhan di suatu wilayah, kami telah menyiapkan skema penguatan distribusi agar pasokan tetap terjaga," tuturnya.
Di samping menjaga ketersediaan stok di lapangan, Pertamina Patra Niaga juga melaksanakan penyaluran BBM subsidi agar tetap tepat sasaran sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Masyarakat lantas diminta untuk membeli BBM sesuai peruntukannya, semisal warga kelas menengah bawah yang semestinya menerima manfaat BBM subsidi, alih-alih kelas ekonomi menengah ke atas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan tugas penyaluran energi dengan optimal serta memastikan ketersediaan Pertalite bagi masyarakat tetap terjaga," pungkas Roberth.
(Rahmat Fiansyah)