AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Hilirisasi Industri, RI-Inggris Sepakat Bangun Rantai Pasok Baterai Listrik

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Rabu, 24 November 2021 20:56 WIB
Terkait kebijakan hilirisasi industri yang dilakukan pemerintah, Inggris sepakat untuk bekerja sama dalam mengembangkan baterai listrik bagi kedua negara.
Hilirisasi Industri, RI-Inggris Sepakat Bangun Rantai Pasok Baterai Listrik. (Foto: MNC Media)
Hilirisasi Industri, RI-Inggris Sepakat Bangun Rantai Pasok Baterai Listrik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Terkait kebijakan hilirisasi industri yang dilakukan pemerintah, Inggris sepakat untuk bekerja sama dalam mengembangkan baterai listrik bagi kedua negara. Dengan demikian, momentum ekspansi dalam melakukan transformasi ekonomi bisa tetap terlaksana.

“Saat ini, melalui upaya hilirisasi SDA, Indonesia telah berubah menjadi pemain penting dalam supply chain mobil listrik. Presiden sudah berikan arahan untuk Nickel Ore, dan lainnya. Kita akan membuat Indonesia berubah ke depan ini,” ujar Luhut di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Dia menyebutkan Indonesia dan Inggris berencana membangun rantai suplai baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) pada masa mendatang. Rencananya, fasilitas produksi baterai untuk kendaraan listrik akan dibangun di Indonesia dan Inggris.

"Kemarin Presiden (Jokowi) bicara dengan PM Boris dan saya di situ, kami dorong kerja sama. Itu kami investasi di Inggris dan mereka investasi di Indonesia," imbuhnya.

Diketahui upaya hilirisasi SDA ini juga telah membuahkan hasil yang nyata. Ekspor besi dan baja Indonesia mencapai USD16,5 miliar hingga Oktober ini dan diperkirakan akan menembus USD20 miliar pada tahun 2021.

Ekspor besi dan baja mampu membantu kinerja neraca transaksi berjalan yang mencatatkan surplus pada triwulan III 2021. Terjaganya defisit neraca transaksi berjalan akan membantu Indonesia dalam menghadapi risiko global normalisasi kebijakan moneter AS pada tahun 2022 dan 2023.

“Ke depan, kita tidak hanya berhenti di besi dan baja, tetapi produk lain seperti HPAL, battery cathode dan precursor. Terkait battery cathode dan precursor ini sudah berjalan, Indonesia melakukan kerja sama investasi dengan Inggris, untuk kemudian diekspor ke Eropa,” tuturnya.

Pemerintah juga terus mendorong kerja sama investasi dengan berbagai negara, salah satunya Uni Emirat Arab. Hasil kunjungan ke Uni Emirat Arab pada November lalu menghasilkan komitmen investasi hingga sebesar USD44,6 miliar di berbagai bidang. 

Upaya meningkatkan investasi juga terus dilakukan melalui proses penyederhanaan perizinan sebagai implementasi dari UU Cipta Kerja. Melalui penyederhanaan perizinan berusaha ini Pemerintah optimis akan dapat memperbaiki iklim investasi di Indonesia sehingga dapat menarik investor lebih banyak lagi ke Indonesia.

“Berkaca dari keberhasilan kita menangani pandemi Covid-19, Saya yakin perekonomian Indonesia akan terus melanjutkan momentum ekspansinya. Dikombinasikan dengan upaya transformasi ekonomi melalui hilirisasi SDA dan perbaikan iklim investasi yang terus menerus, Indonesia akan mampu keluar dari pandemi Covid-19 dengan lebih kuat,” pungkas Menko Luhut. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD