IDXChannel - Pengembangan industri mineral kritis di Tanah Air resmi dinilai memasuki babak baru, beralih dari sekadar percepatan pendirian pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) menuju pembenahan faktor-faktor penentu daya saing.
Arah industri kini tertuju pada efisiensi struktur pasokan, keekonomian pemrosesan, pembentukan harga, akses pembiayaan proyek, mutu produk lanjutan, hingga kepatuhan terhadap standar rantai pasok global.
Untuk memandu transisi tersebut, pemerintah telah merancang peta jalan pengembangan industri hilir yang mencakup 28 komoditas strategis dengan taksiran kebutuhan investasi mencapai USD618,1 miliar hingga 2040. Sektor mineral dan batu bara ditempatkan sebagai salah satu ruang peluang penanaman modal terbesar di dalam dokumen peta jalan ini.
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Heldy Satrya Putera menjelaskan, arah kebijakan hilirisasi nasional kini tengah dipacu menuju fase pengolahan lanjutan.