sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Hilirisasi Mineral Kritis Masuki Babak Baru, Diprioritaskan untuk Industri Baterai EV

Economics editor Rohman Wibowo
30/09/2026 11:53 WIB
Pengembangan industri mineral kritis di Tanah Air resmi dinilai memasuki babak baru.
Hilirisasi Mineral Kritis Masuki Babak Baru, Diprioritaskan untuk Industri Baterai EV. (Foto Istimewa)
Hilirisasi Mineral Kritis Masuki Babak Baru, Diprioritaskan untuk Industri Baterai EV. (Foto Istimewa)

Agenda berikutnya adalah merawat iklim pasar yang kompetitif, mempertebal daya tarik permodalan jangka panjang, serta memastikan barang hasil olahan domestik sanggup memenuhi dinamika kebutuhan pembeli internasional.

Heldy menambahkan, kucuran investasi yang sedemikian besar telah menggeser wacana hilirisasi dari sebatas pembangunan fasilitas fisik menuju strategi memproduksi barang yang berdaya saing dan terkoneksi dengan pasar internasional. 

Pada ekosistem mineral kritis, persoalan krusial kini merambah asal-usul bahan baku, efisiensi biaya pengolahan, formulasi harga produk, kepastian penyerapan oleh pembeli atau offtaker hingga standar kualifikasi untuk menembus pasar luar negeri.

Secara teknis, BKPM turut menyoroti tingkat keekonomian fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) dan daya saing pasokan asam sulfat. Lonjakan kapasitas HPAL di Indonesia saat ini menjadi bagian integral dari konstelasi global rantai pasok nikel dan bahan baku baterai.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement