IDXChannel - Perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah menyebabkan pengeluaran impor minyak dan gas dunia naik tajam.
Dilansir dari Oilprice pada Senin (31/8/2026), peningkatannya mencapai hingga USD330 miliar atau sekitar Rp5.800 triliun selama enam bulan antara Maret dan Agustus.
Data tersebut berasal dari lembaga think tank iklim yang berbasis di Finlandia, Centre for Research on Energy and Clean Air.
Lembaga itu membandingkan pengeluaran untuk impor minyak, bahan bakar, dan gas alam cair (LNG) pada masa perang dengan proyeksi sebelum pertempuran pecah.
Bagian terbesar dari peningkatan tersebut berasal dari impor minyak mentah, yang mencapai USD164,1 miliar dari total tersebut.