sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Cetak Rekor, Tertinggi dalam 49 Bulan

Economics editor Nia Deviyana
30/01/2026 18:17 WIB
Kinerja sektor industri pengolahan nasional mengawali 2026 dengan tren positif.
Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Cetak Rekor, Tertinggi dalam 49 Bulan. Foto: iNews Media Group.
Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Cetak Rekor, Tertinggi dalam 49 Bulan. Foto: iNews Media Group.

Berdasarkan komponen penyusunnya, seluruh variabel IKI pada Januari 2026 berada di zona ekspansi.

Indeks pesanan tercatat sebesar 55,27, meningkat 2,51 poin, indeks produksi melonjak ke level 54,86 atau naik 6,45 poin setelah mengalami kontraksi selama tujuh bulan berturut-turut. Sementara itu, indeks persediaan berada pada level 50,14, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kembalinya variabel produksi ke zona ekspansi disebabkan karena industri sedang intensif memproduksi barang untuk memenuhi peningkatan demand hari besar keagamaan pada bulan Februari dan Maret 2026," katanya.

Dari sisi pelaku usaha, survei IKI menunjukkan kegiatan usaha secara umum masih tergolong baik. Sebanyak 78,5 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil, meningkat dibandingkan Desember 2025. 

Tingkat optimisme pelaku industri juga mengalami perbaikan menjadi 72,5 persen, sementara tingkat pesimisme menurun menjadi 4,5 persen.

IKI yang berorientasi pasar ekspor pada Januari 2026 tercatat sebesar 54,62, meningkat 2,26 poin dibandingkan bulan Desember 2025. Sementara itu, IKI yang berorientasi pasar domestik juga mengalami peningkatan dan tetap berada di zona ekspansi. 

Kondisi ini mencerminkan permintaan dalam negeri masih menjadi penopang utama kinerja industri, di tengah tantangan pasar global yang belum sepenuhnya pulih.

Febri menekankan, penguatan IKI juga didukung oleh meningkatnya realisasi investasi industri pengolahan.

Pada Triwulan IV-2025, realisasi investasi industri pengolahan mencapai Rp218,2 triliun atau menyumbang 43,9 persen terhadap total investasi nasional. Kenaikan impor barang modal yang mencapai 17,27 persen secara tahunan pada November 2025 mengindikasikan adanya ekspansi kapasitas dan peremajaan mesin di sektor industri.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement