Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan, kepastian regulasi dan proses perizinan menjadi faktor penting dalam menarik minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.
Menurut dia, investor membutuhkan kepastian dan prediktabilitas dalam menjalankan kegiatan usaha. Karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi dan pembenahan kebijakan untuk meningkatkan daya saing iklim investasi nasional.
"Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu mengatakan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Investor menginginkan kepastian, prediktabilitas, serta proses yang kredibel," kata Rosan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Dia menambahkan, pemerintah terus meninjau dan merevisi kebijakan serta regulasi untuk memberikan kepastian yang lebih baik bagi investor sekaligus memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi asing.
IIF 2026 mengangkat tema Fostering Resilient Investment Through a Robust Supply Chain dan dihadiri sekitar 100 delegasi dari kalangan industri, perbankan, serta otoritas pemerintah.
Forum tersebut juga menjadi sarana promosi proyek investasi Indonesia melalui sejumlah agenda, mulai dari diskusi tingkat tinggi yang melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia hingga presentasi proyek dari Danantara Indonesia, KEK, dan badan usaha milik negara (BUMN).
Selain itu, forum tersebut memfasilitasi pertemuan bisnis langsung atau one-on-one business matching untuk mempertemukan calon investor dengan pemangku kepentingan di Indonesia.
Di luar agenda IIF 2026, Rosan dalam kapasitasnya sebagai CEO Danantara Indonesia juga bertemu dengan Chairman Prudential plc Sir Douglas Flint di London untuk membahas peluang pengembangan bisnis dan kelanjutan investasi Prudential di Indonesia.