sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi China Mendingin pada Juli 2026 usai Gejolak Harga Minyak Mereda

Economics editor Wahyu Dwi Anggoro
09/08/2026 12:27 WIB
Inflasi di tingkat pabrik di China melambat untuk pertama kalinya sejak perang di Iran pecah pada akhir Februari, sementara harga konsumen juga mendingin.
Inflasi China Mendingin pada Juli 2026 usai Gejolak Harga Minyak Mereda.
Inflasi China Mendingin pada Juli 2026 usai Gejolak Harga Minyak Mereda.

IDXChannel - Inflasi di tingkat pabrik di China melambat untuk pertama kalinya sejak perang di Iran pecah pada akhir Februari, sementara harga konsumen juga mendingin.

Dilansir dari Bloomberg pada Minggu (9/8/2026), ini mengindikasikan bahwa kenaikan biaya akibat gejolak harga minyak mulai mereda.

Menurut data yang diterbitkan oleh Biro Statistik Nasional hari ini, indeks harga produsen naik 3,5 persen pada Juli dibandingkan tahun sebelumnya, lebih lambat dari perkiraan dan dibandingkan dengan kenaikan 4,1 persen pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, inflasi konsumen melambat menjadi 0,5 persen bulan lalu dari 1,0 persen pada Juni. 

Indeks harga konsumen inti, yang tidak termasuk barang-barang makanan dan energi yang volatil, turun menjadi 0,9 persen dari 1 persen.

Banyak ekonom memperingatkan dalam beberapa tahun terakhir bahwa tekanan deflasi yang terus-menerus di China dapat merusak pertumbuhan ekonomi jangka panjang, mendorong rumah tangga untuk mengurangi pengeluaran, mengurangi keuntungan perusahaan, dan menghambat investasi dan perekrutan.

Perlambatan inflasi bulan lalu dapat memicu kembali kekhawatiran tersebut. Data terbaru mengindikasikan bahwa kembalinya inflasi yang sehat, tanpa didorong gejolak energi global, masih sulit terjadi. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement