IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menghadapi dilema di tengah prospek global yang masih keruh dan persoalan domestik yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Meski arus modal dan cadangan devisa memberi ruang bagi BI untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen, tekanan terhadap rupiah dan risiko inflasi membuat ruang pelonggaran moneter tetap terbatas.
Namun di sisi lain, tekanan eksternal dan persoalan defisit kembar membuat stabilitas rupiah tetap menjadi tantangan utama.
Analis UOB Kay Hian Suryaputra Wijaksana menilai latar belakang global masih tak menentu, sementara persoalan domestik Indonesia belum sepenuhnya terselesaikan.
Dalam risetnya pada 25 September 2026, ia melihat kondisi tersebut membatasi ruang BI dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan.