Meski menghadapi berbagai tekanan, kata dia, KRI memperkirakan perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,3 persen pada 2027.
Gromy menilai kemampuan perusahaan dalam menjaga likuiditas, mengelola utang valuta asing, dan mengatur jadwal jatuh tempo utang akan menjadi faktor penting untuk menghadapi kondisi ekonomi tahun depan.
Dia pun menyarankan lembaga keuangan melakukan uji ketahanan portofolio dengan skenario BI-Rate mencapai 6,75 persen dan nilai tukar rupiah melemah melampaui Rp18.800 per USD.
Sementara itu, perusahaan disarankan mempercepat pembiayaan kembali utang dan melakukan lindung nilai terhadap eksposur valuta asing guna mengantisipasi tekanan pasar.
"Kita tidak bisa menebak setiap guncangan, tetapi kita bisa memilih seberapa siap menghadapinya. Tahun 2027 merupakan tahun ujian disiplin," ujar Gromy.
(Dhera Arizona)