Berdasarkan komponen, seluruh komponen mengalami inflasi bulanan pada Mei 2026, dengan andil inflasi tertinggi disumbangkan oleh komponen inti dengan andil inflasi sebesar 0,14 persen dan tingkat inflasi 0,22 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah minyak goreng, telepon seluler, laptop/notebook, pelumas/oli mesin, nasi dengan lauk, dan pemeliharaan/service.
Sementara itu, komponen harga diatur pemerintah memberikan andil inflasi sebesar 0,10 persen dengan tingkat inflasi 0,52 persen. Inflasi kelompok ini utamanya didorong oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan solar.
Komponen bergejolak memberikan andil inflasi 0,04 persen dengan tingkat inflasi 0,22 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau. Menurut wilayah, secara bulanan inflasi terjadi di 31 provinsi, sedangkan 7 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku sebesar 0,93 persen, sementara deflasi terdalam terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 0,96 persen.
Secara tahunan (y-on-y), inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Mei 2025 sebesar 1,60 persen. Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi 1,43 persen dengan tingkat inflasi 4,94 persen. Diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang memberikan andil inflasi 0,70 persen dengan tingkat inflasi mencapai 10,35 persen.
Inflasi tahunan kelompok makanan, minuman, dan tembakau utamanya didorong oleh ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan cabai merah. Sedangkan inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya utamanya didorong oleh komoditas emas perhiasan.