sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi Terkendali, Bapanas Terus Perkuat Program Intervensi Pangan

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
03/02/2026 16:30 WIB
inflasi pangan di Januari 2026 mengalami penurunan dibandingkan Desember 2025. Inflasi pangan tahunan yang pada Desember 2025 sempat mencapai 6,21 persen
Inflasi Terkendali, Bapanas Terus Perkuat Program Intervensi Pangan (FOTO:iNews Media Group)
Inflasi Terkendali, Bapanas Terus Perkuat Program Intervensi Pangan (FOTO:iNews Media Group)

"Kelompok makanan, minuman, dan sembako menjadi penyumbang deflasi terbesar pada ketiga provinsi tersebut, seperti Aceh yang utamanya didorong oleh penurunan (harga) telur ayam dan cabai merah, sedangkan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat utamanya didorong oleh penurunan harga cabai merah,” kata Ateng.

Tren inflasi yang mulai melandai saat memasuki momentum Ramadan tahun ini menjadi bukti ampuhnya program intervensi pangan yang dilaksanakan pemerintah. Untuk itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan terus memperkuat dan mengintensifkan program intervensi pangan yang dijalankan secara konsisten guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), akses masyarakat terhadap pangan pokok strategis dengan harga terjangkau terus diperluas. Hingga 29 Januari 2026, Bapanas telah melaksanakan 296 kegiatan GPM di 56 kabupaten/kota, meningkat 71,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 173 kegiatan GPM. 

Selain itu, pemerintah juga terus melanjutkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk beras dan jagung pakan. Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk pelaksanaan SPHP telah disetujui oleh Kementerian Keuangan dan Bapanas tengah mempersiapkan penugasan serta petunjuk teknis pelaksanaannya.

Sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal I 2026, pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement