AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28804.96
-0.23%
-66.82
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Ini Upaya Ganjar Pranowo Kembangkan Ekonomi Syariah di Jateng

ECONOMICS
Aditya Pratama
Jum'at, 23 April 2021 12:19 WIB
Provinsi Jawa Tengah serius untuk mengembangkan perekonomian syariah di wilayahnya.
Ini Upaya Ganjar Pranowo Kembangkan Ekonomi Syariah di Jateng  (FOTO:MNC Media)
Ini Upaya Ganjar Pranowo Kembangkan Ekonomi Syariah di Jateng (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Provinsi Jawa Tengah serius untuk mengembangkan perekonomian syariah di wilayahnya. Setidaknya terdapat empat hal upaya yang dilakukan pemerintah provinsi dalam upaya pengembangan ekonomi syariah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, upaya pertama yang dilakukan adalah penguatan halal value chain/rantai pasok halal di wilayah Jawa Tengah, dimana pemerintah provinsi memfasilitasi sertifikasi produk halal yang merupakan suatu hal uang penting kepada. 

Untuk melakukan hal itu, pihaknya menggandeng Majelis Ulama Indonesia agar mengerti secara prosedur dan tarif agar mudah dimengerti. Kemudian, pemerintah provinsi Jawa Tengah juga melakukan pembinaan terhadap bisnis akomodasi, makanan dan minuman dan perhotelan syariah yang harus didorong terus-menerus dan jangan sampai kemudian menjadi eksklusif.  

"Lalu, pengembangan potensi wisata halal, dimana salah satunya hotel tidak ada karaokenya, akses untuk ibadahnya bagus, lalu lalang orangnya membikin nyaman," ujar Ganjar dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan 'Peran Sektor Keuangan Syariah dalam Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi di Jawa Tengah' secara virtual, Jumat (23/4/2021). 

Upaya kedua, pihaknya melakukan penguatan keuangan syariah, diantaranya pengembangan industri keuangan syariah. "Kami memfasilitasi pengembangan lembaga keuangan mikro (LKM) syariah di Jateng dan penguatan filantrophy di Jateng melalui BAZNAS," kata dia. 

Upaya keempat, pemerintah provinsi Jawa Tengah melakukan penguatan terhadap UMKM sebagai penggerak utama produk halal value chain dengan pengembangan dan pelatihan koperasi pondok pesantren (Kopontren) di Jateng oleh Dinas Koperasi dan UKM.  

"Tentu Pak Wagub saya minta ambil alih ini dan alhamdulillah Gus Yasin bekerja cukup bagus untuk kita membuat  contoh-contoh dibeberapa tempat. Selain itu, pelatihan dan pembinaan sektor UKM/IKM serta wisata halal di Jateng, kalau ga didampingi mereka bisa gagal, maka harus didampingi betul," ucap Ganjar. 

Keempat, pihaknya akan melakukan penguatan ekonomi digital, seperti memfasilitasi kerjasama promosi produk UKM dengan marketplace dan pengembangan industri kreatif digital.  

"Karena ga bisa gitu-gitu aja, kita mesti lompat sedikit agar kita bisa tahu ini bisa dilaksanakan dan mengikuti perkembangan zaman," tuturnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD