AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Inilah Penyebab Harga Beras Mahal di Indonesia Dibanding Negara Lain

ECONOMICS
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Sabtu, 16 Juli 2022 09:00 WIB
Ada beberapa penyebab harga beras mahal di Indonesia. Padahal, beras menjadi salah satu komoditas utama Indonesia.
Inilah Penyebab Harga Beras Mahal di Indonesia Dibanding Negara Lain (Foto: MNC Media)
Inilah Penyebab Harga Beras Mahal di Indonesia Dibanding Negara Lain (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Ada beberapa penyebab harga beras mahal di Indonesia. Padahal, beras menjadi salah satu komoditas utama Indonesia.

Makanan pokok orang Indonesia berasal dari beras. Namun, harga beras yang dijual kepada masyarakat kian meningkat. Dalam kurun waktu satu tahun, harga beras premium mengalami kenaikan sebesar 1,63%.

Penyebab Harga Beras Mahal di Indonesia

Menurut data yang dihimpun dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) pada 14 Juli 2022, harga beras premium mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tanggal yang sama di tahun 2021. Harga beras premium pada 14 Juli 2021 berada di angka Rp12.300 per kilogram, lalu mengalami kenaikan menjadi Rp12.500 per kilogramnya. Lalu, sebenarnya apa penyebab harga beras mahal?

Harga beras di satu tempat memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan harga beras di tempat atau daerah lain. Komoditas beras akan melewati berbagai proses distribusi sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. 

Hal tersebut juga menyebabkan tingginya harga ecer beras yang dijual. Sebelum sampai ke tangan konsumen, beras akan dipanen terlebih dahulu dan akan diberikan kepada tengkulak maupun pemotong padi. 

Setelah padi selesai digiling dan menjadi beras, pemilik penggilingan akan menjual beras ke pedagang grosir yang berskala besar dengan memiliki gudang penyimpanan tersendiri. Lalu, pedagang grosir akan menjualnya kepada pedagang grosir berskala kecil di tingkat provinsi.

Hal itulah yang menyebabkan harga beras menjadi berbeda-beda di tiap daerah. Selain itu, harga beras juga akan semakin naik ketika stok beras mulai menipis. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD