Produksi migas dari batuan serpih di kawasan tersebut memanfaatkan teknologi pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau hydraulic fracturing (fracking).
Menurut Komaidi, keterampilan dalam menggunakan teknologi tersebut juga berpotensi diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur, sepanjang kondisi reservoir mendukung.
Selain potensi alih teknologi, Komaidi menilai skema investasi Danantara di HighPeak Energy memiliki mekanisme yang dapat membantu mengelola risiko. Investasi melalui saham preferen tersebut memberikan imbal hasil tetap sekitar 6-7 persen per tahun dengan pembayaran secara berkala.
Skema itu memungkinkan investor menerima imbal hasil secara berkala tanpa harus menunggu hingga akhir tahun.
“Nantinya kalau nunggu setahun kan agak sulit gitu ya. Tapi kalau kemudian nggak sampai setahun, kemudian cash flownya masuk, saya kira itu lebih baik,” kata Komaidi.