Sektor hilirisasi tetap memegang peranan krusial dengan kontribusi sekitar 30 persen dari total modal yang masuk. Dari sisi asal negara, investor dari Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat masih mendominasi peta investasi di tanah air.
Pemerintah telah menetapkan target investasi nasional sepanjang 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun berdasarkan Perpres Nomor 117 Tahun 2025. Sedangkan untuk periode RPJMN 2025–2029, akumulasi investasi diharapkan mampu menyentuh angka Rp13.032,8 triliun.
Rosan menekankan bahwa posisi politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan non-blok menjadi daya tarik tersendiri di tengah ketidakpastian global yang sedang terjadi.
"Memang walaupun di tengah tantangan meningkatnya geopolitik maupun ekonomi akhir-akhir ini, tetapi justru kita melihat bahwa ini kesempatan juga selalu terbuka karena Indonesia adalah negara yang diterima oleh semua negara karena sesuai dengan kebijakan foreign policy kita yang terbuka dan non-alignment," jelasnya.
Guna menjaga minat investor global, pemerintah berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem perizinan dan memberikan kepastian regulasi. Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko ketidakpastian bagi pelaku usaha serta memastikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang kondusif meski kondisi ekonomi dunia sedang bergejolak.
(Febrina Ratna Iskana)