IDXChannel - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyoroti besarnya potensi nilai tambah ekonomi seiring peresmian operasional Basis Industri Terintegrasi Kelapa dan Produk Turunannya oleh PT Freenow Food Industry di kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), Morowali, Sulawesi Tengah.
Langkah peresmian fasilitas pengolahan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas jangkauan program hilirisasi ke sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa, demi mendongkrak nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
PT Freenow Food Industry berencana membangun ekosistem industri pengolahan kelapa terpadu dari sektor hulu hingga hilir dengan total nilai investasi mencapai Rp776 miliar atau setara USD47 juta yang dikucurkan secara bertahap dalam tiga fase.
Pada tahap awal operasional, pabrik ini difokuskan untuk memproduksi santan, konsentrat air kelapa, minyak kelapa, serta arang tempurung, yang kemudian akan dilanjutkan pada fase berikutnya guna memproduksi olahan bernilai tambah lebihbtinggi seperti susu kelapa dan minuman kemasan siap saji yang menyasar pasar ekspor.
Fasilitas manufaktur ini juga mengadopsi prinsip pengolahan tanpa sisa dengan memanfaatkan hampir seluruh bagian buah kelapa, mulai dari daging, air, tempurung, hingga sabut kelapa.