sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ISF 2026 Hasilkan Kemitraan dan Peluang Investasi Berkelanjutan

Economics editor Shifa Nurhaliza Putri
15/10/2026 18:22 WIB
Kerja sama tersebut bertujuan mempertemukan kebutuhan perusahaan global terhadap energi terbarukan dengan pengembangan produk dan solusi energi hijau.
ISF 2026 Hasilkan Kemitraan dan Peluang Investasi Berkelanjutan. (Foto: Istimewa)
ISF 2026 Hasilkan Kemitraan dan Peluang Investasi Berkelanjutan. (Foto: Istimewa)

Dorong Investasi Kehutanan dan Rumput Laut

Agenda keberlanjutan dalam ISF 2026 juga mencakup sektor kehutanan melalui inisiatif “From Forests to Future: Scaling Sustainable and Regenerative Multi-Business Forestry in Indonesia”.

Inisiatif tersebut mendorong pengembangan multiusaha kehutanan yang berkelanjutan dan regeneratif dengan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan pasar. Program ini juga diarahkan untuk mengembangkan lanskap percontohan, memperkuat akses pasar dan model bisnis, serta mendukung kebijakan yang memungkinkan pengembangan program dalam skala lebih luas.

Sejumlah perkembangan yang diumumkan mencakup lima lanskap percontohan, 21 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang telah diidentifikasi untuk pengembangan lebih lanjut, serta pipeline sekitar 128.000 hektare. Program tersebut juga mencatat peluang investasi hingga Rp13 triliun dalam lima tahun, sekaligus mendorong penguatan akses pasar bagi komoditas berbasis hutan.

Sementara itu, di sektor kelautan, ISF 2026 menjadi momentum peluncuran Indonesia Seaweed Inc Country Platform. Inisiatif UNRCO dan APINDO ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem investasi rumput laut Indonesia.

Platform tersebut dirancang untuk menerjemahkan Business Sector Communiqué dari Financing for Development menjadi pipeline proyek yang layak investasi. Upaya tersebut mencakup pengembangan proyek rumput laut yang layak memperoleh pembiayaan (bankable), mobilisasi pembiayaan campuran (blended finance), serta penghubungan kegiatan budidaya di sektor hulu dengan pengolahan dan pasar di sektor hilir.

UN, APINDO, dan Bappenas menjadi pihak utama dalam platform ini, dengan dukungan antara lain dari OJK, Standard Chartered, Conservation International, Konservasi Indonesia, dan YKAN.

Peluncuran platform tersebut juga menjadi titik awal sejumlah kemitraan dan uji coba di bidang budidaya rumput laut dan biostimulan. Inisiatif ini bertujuan membangun pipeline proyek yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement