ISF Terapkan Komitmen Keberlanjutan
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diterapkan dalam penyelenggaraan ISF 2026. Dalam rangkaian acara, Bank Mandiri menyerahkan sertifikat kredit karbon untuk mendukung pengimbangan emisi (offset) dari penyelenggaraan forum tersebut.
Kredit karbon itu berasal dari Proyek Lahendong Unit 5 dan Unit 6 PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, dengan total 209 ton CO₂e yang diimbangi untuk penyelenggaraan ISF 2026.
Ketua Panitia ISF 2026, Rachmat Kaimuddin, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong agenda keberlanjutan, didukung oleh meningkatnya minat, pendanaan, dan kolaborasi dari berbagai pihak. Namun, potensi tersebut perlu diikuti langkah konkret untuk menghasilkan proyek yang siap didanai serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia.
“Ada banyak pendanaan, minat, dan energi untuk mendorong keberlanjutan di Indonesia dan dunia. Ada banyak harapan, tetapi kita perlu memastikan bahwa kita mampu menciptakan proyek-proyek yang layak didanai (bankable) dan memiliki talenta-talenta hebat,” ujar Rachmat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin, Shinta W. Kamdani, menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan ISF melalui penguatan pengetahuan, jejaring, kemitraan, dan kolaborasi.
Menurutnya, keberhasilan forum tidak hanya diukur dari pengumuman atau kesepakatan yang dihasilkan, tetapi juga dari tindak lanjut dan kemajuan nyata setelah forum berakhir.
“Ada tiga hal penting dari ISF, pengetahuan yang kita peroleh melalui berbagi praktik terbaik, koneksi yang membuka ruang untuk memahami perkembangan di balik berbagai kesepakatan, serta kemitraan dan kolaborasi. Inilah kunci bagaimana kita dapat melibatkan lebih banyak mitra dari Indonesia maupun dunia untuk mendorong kemajuan keberlanjutan,” ujar Shinta.
Berbagai hasil ISF 2026 memperlihatkan upaya memperluas kolaborasi di sektor energi, industri, kehutanan, kelautan, dan pembiayaan. Melalui berbagai inisiatif tersebut, forum ini diharapkan dapat menghubungkan gagasan keberlanjutan dengan peluang investasi, penguatan daya saing, dan implementasi proyek nyata.
Bagi ISF, berbagai hasil tersebut menjadi bagian dari pengembangan forum sebagai platform yang mempertemukan gagasan dengan kebutuhan, kapasitas, dan peluang konkret. Keberhasilan forum selanjutnya akan bergantung pada tindak lanjut berbagai kesepakatan untuk mendorong kemajuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan dunia.
(Shifa Nurhaliza Putri)