AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

JK Sebut Ekonomi Afghanistan Bisa 'Dikuasai' China

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Sabtu, 21 Agustus 2021 20:39 WIB
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, kondisi ini akan membuat perekonomian Afghanistan akan bergantung pada China.
JK Sebut Ekonomi Afganistan Bisa 'Dikuasai' China (FOTO: MNC Media)
JK Sebut Ekonomi Afganistan Bisa 'Dikuasai' China (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Taliban berhasil memukul mundur Amerika Serikat (AS) dan menguasai Afghanistan. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, kondisi ini akan membuat perekonomian Afghanistan akan bergantung pada China.

Menurut JK, ada dua hal yang menjadi tantangan Afghanistan ke depan. Pertama, adalah persoalan disiplin pasukan Taliban.

“Apakah pasukan Taliban yang seperti saya katakan tadi sebagian besar dari daerah-daerah itu dapat menjalankan tugasnya sesuai kebijakan pusat. Sesuai dengan kebijakan pimpinan Taliban sendiri untuk bertindak secara moderat, untuk menjaga merek tidak mencederai sesama bangsanya,” katanya dalam diskusi publik yang bertema Masa Depan Afghanistan dan Peran Diplomasi Peran Indonesia, Sabtu (21/8/2021).

Kedua, adalah masalah ekonomi. Selama ini ekonomi Afghanistan disokong oleh Amerika Serikat.

“Karena AS menghidupi ekonomi Afghanistan selama ini. Baik tentara nya maupun ekonomi lainnya, biaya operasional pemerintahannya. Itu semua dibiayai oleh Amerika,” tuturnya.

Dengan kondisi ini, JK pun memprediksi adanya kemungkinan pengaruh Cina di Afghanistan pada masa mendatang.

“(Sokongan Amerika)  Sekarang tentu ini tidak ada lagi. Eropa tentu tidak ada lagi. Maka bisa-bisa Cina sangat berpengaruh nanti Afghanistan,” pungkasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD