IDXChannel - Kalangan pengusaha menyoroti inflasi harga energi hingga pelemahan nilai tukar rupiah akibat konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang belum berakhir.
Kenaikan harga minyak dunia juga turut mempengaruhi rantai pasok produksi dan distribusi termasuk logisitk yang memicu peningkatan biaya ekonomi-bisnis.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sanny Iskandar mengaku, saat ini pelaku usaha khawatir meningkatnya risk premium harga minyak dan gas sehingga bisa mendorong kenaikan biaya logistik internasional.
"Dampak terhadap sektor usaha sendiri akan beragam. Industri yang memiliki ketergantungan tinggi pada energi dan logistik internasional akan merasakan tekanan langsung," tutur Sanny kepada IDXChannel, Selasa (10/3/2026).
Dia menjelaskan sektor padat karya menjadi salah satu yang paling rentan karena margin yang tipis dan sensitivitas tinggi terhadap biaya distribusi, bahan baku impor, serta permintaan ekspor yang terganggu. Sehingga, dampak makro ekonomi yang diakibatkan dari konflik juga ikut mempengaruhi kinerja korporasi.