AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Jokowi: 2022 RI Stop Ekspor Tembaga, 2023 Stop Ekspor Timah!

ECONOMICS
Michelle Natalia
Rabu, 24 November 2021 12:42 WIB
Presiden Jokowi menegaskan Indonesia tidak akan lagi mengekspor bahan mentah, setelah menghentikan ekspor nikel, ia akan menghentikan ekspor tembaga dan timah.
Jokowi: 2022 RI Stop Ekspor Tembaga, 2023 Stop Ekspor Timah! (FOTO: MNC Media)
Jokowi: 2022 RI Stop Ekspor Tembaga, 2023 Stop Ekspor Timah! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia tidak akan lagi mengekspor bahan mentah, setelah menghentikan ekspor nikel, Jokowi akan menghentikan ekspor tembaga dan timah.

Di depan para bankir yang hadir di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jokowi mengatakan, mungkin tahun depan dengan kalkulasi dan hitung-hitungan, akan memberhentikan ekspor bauksit

"Tahun depannya lagi, hitung-hitungan bisa stop ekspor tembaga, tahun depannya lagi bisa stop ekspor timah. Kita ingin agar bahan-bahan mentah semuanya diekspor dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi," tegas Jokowi.

Karena, yang diinginkan pemerintah adalah nilai tambah (added value). Misalnya besi baja, pada saat masih dibolehkan ekspor nikel, tiga atau empat tahun lalu masih berada di angka USD1,1 miliar. "Tahun ini perkiraan saya sudah meloncat ke angka USD20 miliar, karena stok nikel dari kira-kira USD15 triliun melompat menjadi USD280 triliun," ungkap Jokowi.

Hal ini, menurut dia, akan memperbaiki neraca perdagangan, neraca pembayaran, dan neraca transaksi berjalan. Di 2018, neraca perdagangan masih defisit minus USD18,41 miliar. Sekarang, baru di bulan Oktober 2021, menjadi minus USD1,5 miliar, khusus ke China

"Yang dulu kita defisit, insya Allah tahun depan kita sudah surplus dengan China. Artinya apa, barang kita akan lebih banyak masuk ke sana dengan nilai yang lebih baik dari sebelumnya. Ini baru urusan nikel distop, kalau nanti bauksit distop, nilainya juga kurang lebih akan sama, kita akan melompat ke angka USD20-30 miliar," tutup Jokowi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD