AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Jokowi: Jangan Sampai Ada Aparat yang Bekingi Mafia Tanah 

ECONOMICS
Fahreza Rizky
Rabu, 22 September 2021 15:02 WIB
Presiden Joko Widodo meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak ragu dalam mengusut mafia tanah.
Jokowi: Jangan Sampai Ada Aparat yang Bekingi Mafia Tanah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak ragu dalam mengusut mafia tanah. Karena itu, dia mengingatkan agar penegak hukum tidak melindungi, apalagi sampai 'main mata' dalam menyelidiki kasus sengketa lahan.

"Kepada jajaran Polri saya minta jangan ragu-ragu mengusut mafia-mafia tanah yang ada, jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang membekingi mafia tanah tersebut. Perjuangkan hak masyarakat dan tegakkan hukum secara tegas," ujar Jokowi saat menyerahkan sertipikat redistribusi tanah obyek reforma agraria, dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (22/9/2021).

Jokowi menegaskan negara berkomitmen untuk mengurai konflik agraria yang terjadi di masyarakat. Karenanya, reformasi agraria adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan oleh pemerintah.

"Saya tegaskan kembali komitmen negara untuk betul-betul mengurai konflik agraria yang ada, mewujudkan reformasi agraria bagi masyarakat, memastikan ketersediaan dan kepastian ruang hidup yang adil bagi rakyat," tegasnya.

Mantan Wali Kota Solo itu memahami konflik agraria dan sengketa tanah merupakan tantangan berat yang dihadapi masyarakat. Tak ayal, banyak kelompok masyarakat seperti petani hingga nelayan mengadu ke Istana dari daerahnya masing-masing. Bahkan sampai ada yang berjalan kaki ke Jakarta.

"Saya paham betul konflik agraria dan sengketa tanah merupakan tantangan berat yang dihadapi bapak ibu sekalian para petani dan nelayan serta masyarakat dalam menggarap lahan. Setiap tahun saya menerima kelompok tani yang rela jauh-jauh datang ke Jakarta bahkan ada yang berjalan kaki ke Jakarta untuk memperjuangkan lahan mereka yang terdampak konflik agraria," tuturnya.

Jokowi berpesan kepada jajarannya agar tidak hanya menyerahkan sertifikat tanah saja, tetapi juga harus menyalurkan bantuan berupa modal, bibit, pupuk, pelatihan, agar tanah yang digarap bisa lebih produktif.

"Sekali lagi agar tanah yang ada lebih produktif, memberi hasil untuk membantu kehidupan bapak isu sekalian," tutup Jokowi. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD