AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Jokowi Optimis RI Bisa Jadi Penghasil Produk Hijau Kompetitif di Ranah Internasional

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 16 Agustus 2022 12:15 WIB
Jokowi menegaskan bahwa Indonesia harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi.
menegaskan bahwa Indonesia harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi
menegaskan bahwa Indonesia harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi

IDXChannel - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia harus membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia. Selain hilirisasi, dia menyebutkan optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau harus terus ditingkatkan. 

"Persemaian dan rehabilitasi hutan tropis dan hutan mangrove, serta rehabilitasi habitat laut, akan terus dilakukan, dan akan menjadi potensi besar penyerap karbon," ungkap Jokowi dalam pidato kenegaraannya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI di Jakarta, Selasa(16/8/2022).

Jokowi menilai, energi bersih dari panas matahari, panas bumi, angin, ombak laut, dan energi bio, akan menarik industrialisasi penghasil produk-produk rendah emisi. Kawasan industri hijau di Kalimantan Utara akan menjadi Green Industrial Park terbesar di dunia. 

"Saya optimistis, kita akan menjadi penghasil produk hijau yang kompetitif di perdagangan internasional. Upaya tersebut bisa langsung disinergikan dengan program peningkatan produksi pangan dan energi bio," ungkap Jokowi. 

Pemanfaatan kekayaan hayati laut secara bijak, sebut dia, akan menjadi kekuatan besar untuk produk pangan, farmasi, dan energi. 

"Demikian pula halnya dengan perkebunan kita, antara lain kelapa sawit, yang telah terbukti menjadi pemasok terbesar CPO dunia," pungkas Jokowi.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD