Di sisi lain, stok cadangan beras nasional juga berada pada level tinggi. Amran menyebut stok cadangan beras hingga Agustus 2026 mencapai 5,25 juta ton. Menurutnya, kondisi surplus ini memungkinkan Indonesia kembali membuka pasar ekspor beras.
Indonesia telah menargetkan ekspor beras ke Malaysia dengan pengiriman awal sebanyak 1.000 ton. Amran menyebut peluang ekspor beras ke Malaysia masih dapat berkembang. Dari pengiriman awal tersebut, pasar ekspor berpotensi meningkat hingga 200.000 ton bahkan mencapai 1 juta ton.
"Alhamdulillah, di saat krisis melanda belahan dunia, Indonesia surplus, bahkan ekspor beras ke negara lain," ujarnya.
Selain produksi dan ekspor beras, Amran menyoroti peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, yang menurutnya merupakan level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari perdagangan. Amran menyebut nilai ekspor sektor pertanian mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Dengan demikian, sektor pertanian memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.