Bobby menegaskan, hasil perbaikan harus terlihat dari performa rangkaian di lapangan. Menurutnya, keandalan sarana menjadi aspek penting karena gangguan pada satu rangkaian dapat memengaruhi perjalanan pelanggan lainnya, terutama ketika kebutuhan mobilitas masyarakat sedang tinggi.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan, tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap. Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026, sedangkan seluruh tujuh trainset kembali mendukung pelayanan Bogor Line mulai 6 Oktober 2026.
Setelah kembali beroperasi, KAI terus memantau kinerja rangkaian dan mencatat temuan teknis untuk ditindaklanjuti bersama INKA. Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar evaluasi agar perbaikan yang dilakukan benar-benar berdampak pada keandalan sarana.
"Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan," ujar Anne.
Dia menambahkan, sepanjang Januari-September 2026, Commuter Line Jabodetabek telah melayani 270.891.261 pelanggan, meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 255.520.949 pelanggan. Besarnya jumlah pengguna tersebut membuat keandalan sarana menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran perjalanan.