“AAA merupakan peringkat tertinggi. Jadi, di pasar China, surat utang Indonesia memperoleh peringkat paling tinggi,” katanya.
Purbaya menilai, penerbitan Panda Bond menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas basis investor sekaligus mendiversifikasi sumber pembiayaan APBN. Dia menyebut pasar keuangan China memiliki likuiditas yang besar sehingga berpotensi menyerap penerbitan surat utang Indonesia.
“China merupakan pasar yang sangat besar untuk surat utang. Dulu mereka memiliki kepemilikan surat utang pemerintah Amerika Serikat lebih dari USD3 triliun, meskipun kini secara bertahap turun menjadi sekitar USD1 triliun. Namun, pasar modal mereka tetap sangat besar,” ujarnya.
(DESI ANGRIANI)