AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kasus Positif Covid-19 Bertahan di Bawah 1.000, Jokowi Ungkap Keunggulan RI

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Senin, 17 Januari 2022 11:17 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur kasus covid pada pertengahan Juli tahun lalu berhasil ditangani dengan baik.
Kasus Positif Covid-19 Bertahan di Bawah 1.000, Jokowi Ungkap Keunggulan RI. (Foto: MNC Media)
Kasus Positif Covid-19 Bertahan di Bawah 1.000, Jokowi Ungkap Keunggulan RI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur kasus covid pada pertengahan Juli tahun lalu berhasil ditangani dengan baik. Hal ini mengingat lonjakan kasus yang signifikan hingga mencapai 56.000 membuat fasilitas rumah sakit penuh.

“Kasus harian saat itu saya ingat 56.000. kasus harian 56.000. Dan patut kita bersyukur hari ini, kemarin berada di angka 855. Dari 56.000, kemarin di 855. Itupun sudah naik, yang sebelumnya kita sudah berada di angka 100, 200,” katanya dalam acara Dies Natalis ke-67 Universitas Parahyangan, Senin (17/1/2022).

Jokowi mengatakan keberhasilan penurunan kasus tersebut karena Indonesia memiliki kegotongroyongan. Dimana menurutnya negara lain tidak memiliki itu semua.

“Kenapa kita bs menurunkan drastis dari 56.000 ke angka 100an? Itu karena kita memiliki yang namanya gotong royong. Pancasila kita ada di situ. Negara besar tidak memiliki,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa implementasi Pancasila terlihat nyata selama masa pandemi. Banyak masyarakat yang saling membantu satu sama lainnya.

“Mereka (negara lain) tidak mempunyai bahwa rakyat di desa, rakyat kita di RT, rakyat kita di RW mau memberikan rumahnya untuk isolasi, untuk karantina. Yang berpunya mau memberikan sembako yang baru kesusahan karena pandemi. Dan itu saya lihat betul implementasi  dari Pancasila itu ada. Masih kuat sekali kegotong-royongan kita. Itu yg tidak dimiliki oleh negara lain,” paparnya.

Jokowi menyebut banyak negara yang kaget Indonesia berhasil menurunkan kasus dari 56.000 ke angka ratusan.

“Banyak yang kaget kenapa Indonesia bisa tahu-tahu turun dari 56.000 ke hanya angka-angka seratusan, ya kuncinya di situ. Semuanya bergerak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi-organisasi rakyat, perangkat kita yang sampai ke bawah, semuanya,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD