IDXChannel - Paramount Petals, kawasan seluas kurang lebih 400 hektare di koridor barat Jakarta dikembangkan dengan konsep one-stop living, yang mengintegrasikan berbagai fasilitas kota secara terpadu, mulai dari hunian, komersial, bisnis, pendidikan, kesehatan, lifestyle, hingga ruang publik dalam satu area.
Direktur Paramount Land Norman Daulay mengatakan, modifikasi pintu keluar di KM 25 ruas Jakarta-Tangerang yang terintegrasi langsung dengan kawasan ini telah memasuki tahap finalisasi uji layak operasi dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2026.
"Infrastruktur itu diyakini akan menjadi katalis utama pertumbuhan Paramount Petals sebagai kota mandiri baru di koridor barat," tuturnya Senin (26/10/2026).
Dia menyebut, langkah konektivitas Paramount Land tidak berhenti di situ. Pada Februari 2026, perusahaan menandatangani nota kesepahaman dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk penjajakan pengembangan jalur MRT Lintas Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja.
Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) itu direncanakan membentang sepanjang sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun, dan akan terintegrasi langsung dengan kawasan Paramount Land. Penandatanganan nota kesepahaman disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan bobot strategis dari kolaborasi tersebut.
Bagi Paramount Land, membangun kawasan bukan sekadar menghadirkan konstruksi, melainkan komitmen jangka panjang untuk menciptakan properti sebagai bagian dari lingkungan hidup yang terus bertumbuh.
Nilai kawasan dibentuk oleh kombinasi lokasi strategis, konektivitas yang baik, kelengkapan fasilitas, pengelolaan kota, pertumbuhan aktivitas ekonomi, keberadaan ruang terbuka hijau, community development, serta konsistensi pengembang dalam membangun kawasan untuk jangka panjang.
Melalui Paramount Township Management, perusahaan menjalankan pengawasan, perbaikan, dan pemeliharaan kawasan secara berkelanjutan. Kualitas pun tidak berhenti pada saat serah terima unit, tapi juga terus dijaga seiring perkembangan kota. Komitmen itu tecermin dari pengembangan di Pasadena Central District, kawasan seluas 40 hektare di sisi selatan Gading Serpong.
Dengan konsep "10 Minute City Living", seluruh kebutuhan harian penghuni, mulai dari belanja, kuliner, hingga fasilitas publik, dirancang dapat dijangkau dalam waktu 10 menit. Chrissandy menyebut, investasi di kawasan terintegrasi adalah investasi yang paling rasional untuk jangka panjang.
"Kami tidak hanya membangun kota yang terisi, tetapi kota yang terkoneksi, tumbuh, dan memberikan nilai berkelanjutan bagi semua yang tinggal dan berinvestasi di dalamnya," ujarnya.
Selain nilai investasi, Paramount Land juga merespons perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin berorientasi pada kenyamanan, efisiensi, dan keberlanjutan.
Perusahaan mengintegrasikan prinsip smart living dan sustainability ke dalam pengembangan kawasan melalui penyediaan infrastruktur modern, pengembangan ruang terbuka hijau, dan sistem utilitas kawasan yang lebih lengkap.
Pada segmen komersial, penerapan smart living terlihat di Pasadena Square North dan Il Lago Studio Loft yang dilengkapi sistem CCTV, serta penyediaan stasiun pengisian daya kendaraan listrik di kawasan Hampton, Atria Hotel Gading Serpong, dan Vega Hotel Gading Serpong.
Pada segmen residensial, sejumlah produk residensial unggulan seperti Grand Pasadena Village, Matera, dan Menteng Grand sudah dilengkapi smart door lock, smart home system, dan solar panel system. Ini menjadikan hunian di Paramount Gading Serpong tidak hanya nyaman, tetapi juga cerdas dan ramah lingkungan.
Dua dekade perjalanan Paramount Land membuktikan satu hal, yakni kota mandiri yang baik adalah kota yang terus beradaptasi, membaca kebutuhan masa depan, dan mempersiapkan infrastruktur untuk menjawabnya. Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals adalah dua manifestasi dari visi itu, sebuah ekosistem terintegrasi yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga keputusan investasi bijak untuk jangka panjang.
Paramount Land mengusung pendekatan integrated living, yakni kemampuan menghadirkan hunian, area komersial, dan fasilitas publik dalam satu kawasan yang saling terhubung tanpa sekat. Hasilnya terbukti di Paramount Gading Serpong, kawasan yang mengusung tagline "Everything is Here" sekaligus filosofi "A Complete City within Reach".
Paramount Gading Serpong kini menjadi rumah bagi hampir 120.000 penduduk dengan 38 klaster hunian yang terhuni. Bulevar utamanya mencatat lalu lintas lebih dari 15.000 kendaraan per jam. Angka itu mencerminkan betapa hidupnya roda ekonomi dan sosial di dalamnya.
Direktur Paramount Land Chrissandy Dave menyatakan, kebutuhan konsumen properti kini telah berkembang jauh melampaui sekadar membeli rumah atau ruang komersial. Konsumen semakin mempertimbangkan konektivitas, kenyamanan aktivitas sehari-hari, lingkungan yang hidup, fasilitas yang lengkap, hingga potensi kenaikan nilai investasi jangka panjang.
"Oleh karena itu, Paramount Land menghadirkan pengembangan kawasan yang tidak hanya fokus pada produk hunian dan komersial, tetapi juga pada ekosistem kota yang mendukung kebutuhan living, working, business, education, lifestyle, dan rekreasi dalam satu kawasan terintegrasi," ujar Chrissandy.
Pendekatan integrated living itu, juga menciptakan kawasan yang lebih hidup, memiliki aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah, baik bagi penghuni maupun investor.
Daya tarik itu tidak lepas dari ekosistem komersial Gading Serpong yang terus berkembang. Area komersial kawasan ini mencatat tingkat okupansi tinggi, didukung kehadiran pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, hingga institusi pendidikan sebagai pilar utama aktivitas ekonomi.
Pengembangan kawasan komersial pun terus diperluas. Paramount Gading Serpong tengah mengembangkan Victoria Central District seluas 6 hektare yang difokuskan untuk produk komersial, melengkapi Pasadena Central District, mega district seluas 40 hektare, yang sudah lebih dulu dikembangkan.
Dua dekade merawat kepercayaan konsumen itulah yang menjadi fondasi daya saing Paramount Land hingga hari ini. Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing menegaskan, perusahaan terus memperkuat ekosistem yang solid dengan mengintegrasikan berbagai lini bisnis.
"Dengan mengintegrasikan unit bisnis properti, layanan kesehatan melalui Bethsaida Healthcare, dan perhotelan di bawah Parador Hotels & Resorts, Paramount Land menunjukkan ekosistem yang solid dan berkelanjutan," ujar Ferry John.
Ekosistem yang lengkap saja tidak cukup jika kawasan tidak terhubung dengan baik ke dunia luar. Paramount Land memahami hal tersebut dan menjadikan konektivitas sebagai salah satu pilar utama pengembangannya. Di Paramount Gading Serpong, langkah itu diwujudkan melalui kerja sama dengan pengembang lainnya seperti Sinar Mas Land dan Summarecon Serpong dalam membangun akses penghubung antara Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 dengan BSD City melalui Simpang Pasadena-Symphonia.
(kunthi fahmar sandy)