Selain mengembangkan investasi properti di luar negeri, Danantara juga mengembangkan proyek strategis di dalam negeri, salah satunya adalah pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Proyek PSEL berskala nasional tersebut memiliki nilai investasi sekitar USD5 miliar atau Rp90,66 triliun dan mencakup 33 kota. Menurutnya, proyek ini menjadi salah satu proyek didukung oleh pembiayaan yang memadai.
“Ini adalah salah satu proyek yang paling well-banked di Indonesia,” kata Pandu. Salah satu proyek yang telah berjalan berada di Bali dan saat ini mencapai progres pembangunan sekitar 20 persen. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2027 atau awal 2028. Sementara itu, delapan proyek PSEL lainnya diharapkan mulai memasuki tahap pembangunan pada kuartal I tahun depan.
Penulis: Magang-Kidung Dhia Fardheena
(kunthi fahmar sandy)