Bagi pemerintah, kata dia, pemanfaatan teknologi data ini bertujuan menegakkan keadilan berusaha, mempermudah urusan wajib pajak (WP) yang patuh, serta mengarahkan pemeriksaan tepat pada simpul risiko penghindaran pajak.
Fondasi pengawasan modern tersebut terintegrasi dengan pembaruan sistem administrasi perpajakan Coretax yang telah beroperasi sebagai saluran tunggal layanan fiskal nasional sejak diluncurkan pada Januari 2025.
Kendati puluhan juta WP dan aparatur pajak sempat menghadapi dinamika penyesuaian operasional pada bulan-bulan awal, penyatuan kanal pendaftaran, faktur, pembayaran, hingga pelaporan SPT kini mampu mendongkrak efisiensi secara drastis.
"Tahun ini lebih dari 13,5 juta SPT Tahunan telah dilaporkan melalui Coretax dan sebagian besar telah terisi otomatis (pre-filled) dengan data dari pemberi kerja maupun perbankan. Sistem ini telah membantu memperluas basis pajak sekitar 2bjuta wajib pajak, membuktikan bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi SDM yang cakap, regulasi jelas, dan kepercayaan publik," tuturnya.
Sebelum menyasar profil orang super kaya, pendekatan analitis serupa telah diuji coba pada rantai industri komoditas kelapa sawit sebagai sektor unggulan nasional. Pemerintahs memanfaatkan teknologi machine learning untuk menertibkan beragamnya deskripsi faktur pajak elektronik, kemudian melacak alur tandan buah segar dari kebun hingga pabrik pengolahan untuk membandingkan kewajaran volume produksi minyak sawit dengan omzet riil yang dilaporkan, yang kini mulai diterapkan ke sektor usaha lainnya.