IDXChannel - Kementerian Pertanian (Kementan) menganggarkan sekitar Rp350 miliar untuk memperkuat pengembangan kopi dan kakao di Lampung melalui penyediaan 2,6 juta batang bibit untuk mendukung pengembangan areal sekitar 18.000 hektare.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengungkap program tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk memperluas komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Amran mengatakan dari total target pengembangan perkebunan 30.000 hektare di Lampung, sekitar 18.000 hektare diarahkan untuk kopi dan kakao, sementara sisanya untuk tebu.
“Target bantuan perkebunan itu 30.000 hektare. Sebanyak 18.000 hektare untuk kopi dan kakao. Nilainya kurang lebih Rp350 miliar untuk Lampung. Insyaallah ini sangat bermanfaat untuk petani,” kata Amran dalam keterangan resminya, Kamis (27/8/2026).
Dia menegaskan dukungan pemerintah diberikan gratis kepada petani, mulai dari bibit, pengolahan lahan hingga biaya penanaman.
“Sekali lagi, semua gratis. Bibit gratis, biaya penanaman gratis, biaya olah gratis. Gratis untuk petani Indonesia. Itu dari Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar dia.
Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menyambut positif pengembangan kopi dan kakao di Lampung. Menurutnya, kedua komoditas tersebut memiliki prospek ekonomi dan pasar ekspor yang besar.
“Kami melihat pembibitan ini, kopi, juga coklat sangat baik. Harapan kita tanaman keras ini juga dapat ditanam karena ini tentunya untuk kebutuhan ekspor secara nasional,” kata Qudrotul.
Menurut Qudrotul, pengembangan kopi dan kakao melalui mekanisme calon petani dan calon lokasi (CPCL) dapat menjadi peluang bagi daerah untuk mengembangkan sentra perkebunan baru.
(NIA DEVIYANA)