Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah provinsi yang memiliki wilayah perkebunan dan menghadapi risiko kebakaran lahan, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat.
Penguatan sarana pompa tersebut tidak hanya mendukung ketersediaan air untuk kegiatan budidaya, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan di lapangan dalam menghadapi risiko kebakaran lahan perkebunan. Dukungan sarana menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan daerah dan pekebun dalam menghadapi kondisi iklim yang dinamis.
Di sisi lain, Kementan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan langkah mitigasi dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Antisipasi kita lakukan, kita menghubungi teman-teman berwenang termasuk BNPB untuk melakukan modifikasi cuaca,” kata Heru.
(NIA DEVIYANA)