“Jangan kita jadi pemerintah yang sabar, karena rakyat tidak sabar, kita harus bekerja lebih cepat dan lebih keras lagi,” tuturnya.
Demi memperbesar jangkauan pembiayaan rumah subsidi, pemerintah terus memacu kapasitas pendanaan melalui skema KPP. Alokasi plafon KPP 2026 yang sebelumnya ditetapkan Rp36 triliun kini diusulkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk dinaikkan menjadi Rp50 triliun.
Berdasarkan data hingga 3 Oktober 2026, realisasi KPP telah mencapai Rp26,78 triliun yang disalurkan kepada 112.713 debitur. Capaian tersebut setara dengan 69,62 persen dari target Rencana Teknis Perbankan (RTP).
Penyaluran KPP saat ini didukung oleh 29 bank mitra yang terdiri atas Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Pembangunan Daerah (BPD), hingga perbankan swasta.
Khusus di Jawa Barat, penyaluran KPP tercatat mencapai Rp4,19 triliun atau sekitar 64,88 persen dari target wilayah. Bank BJB menjadi salah satu bank penyalur di daerah tersebut dengan target pembiayaan sebesar Rp500 miliar.