IDXChannel - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong percepatan program rumah subsidi menjelang akhir 2026. Realisasi pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tahun ini diyakini dapat melampaui rekor yang dicapai pada tahun sebelumnya.
Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, pada 2025, pembangunan rumah subsidi mencapai sekitar 278 ribu unit, menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah. Dia pun optimistis dapat mencetak rekor baru pada 2026 dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
"Capaian pembangunan rumah subsidi pada 2025 mencapai sekitar 278 ribu unit. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah optimistis dapat melampaui capaian tersebut pada 2026," ujar Maruarar dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Kementerian PKP sebelumnya mencatat realisasi pembangunan rumah subsidi berkisar 220 ribu unit per tahun. Untuk 2026, targetnya ditingkatkan menjadi 350 ribu unit melalui penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), penyederhanaan perizinan di daerah, serta pemanfaatan lahan sitaan negara.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini menargetkan pembangunan 1 juta unit hunian vertikal di perkotaan serta 2 juta unit rumah tapak di kawasan perdesaan dan pesisir setiap tahun.