AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Kerjasama Bank Sentral dengan G-20, Ini Lima Agenda Prioritas BI

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 15 September 2021 14:47 WIB
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebutkan, ada 5 dari 7 agenda prioritas di jalur keuangan yang berkaitan kerjasama bank sentral antar Anggota KTT G20.
Kerjasama Bank Sentral dengan G-20, Ini Lima Agenda Prioritas BI (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebutkan, ada 5 dari 7 agenda prioritas di jalur keuangan yang berkaitan kerjasama bank sentral antar Anggota KTT G20. 

Perry mengatakan rangkaian kerja sama yang dibangun ini bertujuan untuk percepatan penanganan covid 19, khususnya dari sisi dampak ekonomi. Pertama Bank Indonesia akan melakukan koordinasi mengenai kebijakan moneter dari sektor keuangan untuk mendukung pemulihan ekonomi bersama. 

“Pertama ada koordinasi mengenai kebijakan moneter untuk pemulihan bersama, recover together, ibu Menkeu tadi sudah menjelaskan, bahwa ekonomi global telah mulai membaik, tapi tidak seimbang, negara-negara maju sebagian besar sudah mulai pulih, dan karenanya sudah merencanakan untuk mengubah kebijakannya dan mengurangi stimulus fiscal maupun stimulus moneter, dan termasuk sector keuangan,” ujar Perry dalam Konferensi Pers Menuju Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 secara virtual, Selasa (14/9/2021). 

Kedua adalah koordinasi mengenai kebijakan moneter dari sector keuangan untuk mendorong pertubuhan yang lebih kuat. Menurut Perry pandemi covid 19 sudah banyak menyebabkan korporasi, unit usaha, termasuk UMKM terkena dampak scaring effect. 

Oleh karenanya kerjasama ini penting dibangun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta membutuhkan dukungan dari transformasi di sector rill dan sector keuangan. 

"Jadi tidak hanya pembiayaan dunia usaha di jangka pendek, tapi juga jangka panjang, instrument yang lebih banyak dan juga mekanisme pasar yang bisa mendukung produktifitas dan efisiensi ekonomi dari sector keuangan," sambung Gubernur BI

Selanjutnya ketiga adalah kerjasam di sistim pembayaran di era digital, yang mana di era pandemi covid 19, mendorong perubahan digital semakin cepat diseluruh dunia bahkan Indonesia. Digitalisasi sistem pembayaran akan mendukung percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. 

"Kerjasa di dalam sistem pembayaran juga di bank Sentral mencakup juga inisiatif untuk bank-bank sentral mengeluarkan central bank digital currency termasuk juga rencana Indonesia untuk menerbitkan digital rupiah," lanjut Perry. 

Yang keempat adalah insiatif-inisiatif untuk di bidang moneter dan sektro keuangan untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan. Hal ini merupakan dukungan pemerintah untuk ekonomi yang lebih hijau terutama pada sektor rill dan sektor keuangan. 

Inisiatif-inisiatif termasuk diantaranya adalah menerbitkan dan memperluas berbagai instrument-instrumen keuangan yang bisa mendukung pembiayaan ekonomi hijau dari sector keuangan 

"Tentunya ini memerlukan dukungan kebijakan-kebijakan bank sentral baik secara makro prudential maupun secar mikro untuk mendukung pembiayaan yang berkelanjutan," tambahnya. 

Terakhir adalah kerjasama di bidang inklusi ekonomi dan keuangan, termasuk untuk pembiayaan UMKM secara digital. Dari sisi bank sentral, dukungan akan diberikan melalui sistem pembayaran digital untuk mendukung digitalisasi ekonomi keuangan UMKM melalui pembayaran digital. 

Kemudian kebijakan-kebijakan moneter maupun makro prudential dan sector keuangan yang mendukung UMKM. Menurut Perry hal ini bisa mendukung inklusi, ekonomi, dan keuangan. 

"Termasuk juga literasi keuangan, agar bisa mendukung inklusi ekonomi dan keuangan khususnya UMKM. Itu adalah 5 agenda yang terkait dengan bank sentral diantara 7 agenda prioritas di jalur keuangan yang tadi juga sudah disampaikan ibu menteri Keuangan," pungkasnya.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD