AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Survey Bank Indonesia: Kinerja Penjualan Eceran Diperkirakan Terus Membaik

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 09 September 2021 11:03 WIB
Responden memperkirakan kinerja penjualan eceran terus membaik pada Agustus 2021.
Responden memperkirakan kinerja penjualan eceran terus membaik pada Agustus 2021. (Foto: MNC media)
Responden memperkirakan kinerja penjualan eceran terus membaik pada Agustus 2021. (Foto: MNC media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) kembali memaparkan Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang mengindikasikan kinerja penjualan eceran secara bulanan membaik pada Juli 2021. 

Melansir laman resmi BI, Kamis (9/9/2021), responden memprakirakan kinerja penjualan eceran terus membaik pada Agustus 2021, tercermin dari IPR Agustus 2021 yang diprakirakan sebesar 196,5, atau secara bulanan tumbuh 4,3% (mtm). 

"Perbaikan tersebut ditopang oleh hampir semua kelompok, terutama Kelompok Suku Cadang dan Aksesoris, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," jelas Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Kamis (9/9/2021).

Kemudian, responden menyampaikan bahwa prakiraan peningkatan tersebut sejalan dengan mobilitas yang mulai membaik seiring dengan relaksasi pembatasan aktivitas masyarakat dan permintaan domestik yang meningkat.

Membaiknya kinerja penjualan eceran pada Juli 2021 tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli yang tercatat 188,5 atau tumbuh -5,0%, membaik dengan kontraksi yang lebih kecil dari bulan  sebelumnya -12,8% (mtm). 

"Perbaikan tersebut terutama bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Responden menyampaikan permintaan untuk kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau diprakirakan masih cukup baik didukung berbagai strategi seperti penjualan secara online/pesan antar yang meningkat, di tengah kebijakan pembatasan mobilitas," pungkasnya.

Secara tahunan, penjualan eceran pada Agustus 2021 diprakirakan membaik meski masih dalam fase kontraksi (-0,1%, yoy). 

Hal ini ditopang oleh perbaikan kinerja di hampir semua kelompok, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta Makanan, Minuman dan Tembakau yang tercatat positif. 

Sementara itu, kinerja penjualan eceran secara tahunan pada Juli 2021 mengalami kontraksi 2,9% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 2,5% (yoy), terutama dipengaruhi oleh Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Barang Budaya dan Rekreasi. 

"Dari sisi harga, responden memprakirakan tekanan inflasi pada Oktober 2021 dan Januari 2022 diprakirakan meningkat," tandasnya.

Sekadar diketahui, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Oktober 2021 diperkirakan capai 123,0, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Sementara itu, IEH Januari 2022 sebesar 134,2, lebih tinggi dari IEH pada bulan sebelumnya sebesar 129,3. Responden menyatakan hal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD