AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Ketidakpastian Ekonomi Global, Airlangga Sebut Indonesia Wajib Waspadai Tapering Off The Fed

ECONOMICS
Michelle Natalia
Senin, 22 November 2021 11:50 WIB
Pandemi COVID-19 dan variannya masih menjadi tantangan utama bagi perekonomian global dalam jangka pendek.
Ketidakpastian Ekonomi Global, Airlangga Sebut Indonesia Wajib Waspadai Tapering Off The Fed
Ketidakpastian Ekonomi Global, Airlangga Sebut Indonesia Wajib Waspadai Tapering Off The Fed

IDXChannel - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa ekonomi global masih dihadapkan pada berbagai tantangan. 

Pandemi COVID-19 dan variannya masih menjadi tantangan utama bagi perekonomian global dalam jangka pendek, sementara isu perubahan iklim juga menjadi tantangan bagi ekonomi global dalam jangka panjang.

"Ada beberapa sumber ketidakpastian global, antara lain COVID-19 dan variannya, ketidakpastian geopolitik, tapering off The Fed, krisis energi akibat kenaikan harga energi, dan perubahan iklim," ujar Airlangga dalam webinar Economic Outlook 2022 pada Senin(22/11/2021). 

Dia menyampaikan, dari sisi eksternal, di tengah meningkatnya kasus COVID-19 global, Indonesia melewati puncak gelombang kedua. 

Sejak pertengahan Oktober 2021, kasus harian COVID-19 global mulai meningkat. Namun, Indonesia mulai melewati Puncak gelombang kedua COVID-19 dengan kasus aktif Indonesia yang menurun dari 574 ribu per tanggal 24 Juli 2021 menjadi 8,1 ribu pada 20 November 2021. 

"Strategi penanganan COVID-19 dari hulu ke hilir dinilai efektif menurunkan kasus aktif, kematian, dan reproduction rate (Rt)," tambahnya. 

Kendati demikian Airlangga mewaspadai salah satu risiko eksternal yaitu tapering off dari The Fed.

"Munculnya kembali "taper talk" dari beberapa anggota mengusulkan untuk memulai pembahasan rencana QE, namun kemungkinan besar tidak akan dilakukan di tahun ini karena perekonomian belum menunjukkan adanya kemajuan substansial yang lebih baik," ungkapnya.

The Fed akan mulai menurunkan tingkat pembelian obligasi pemerintah (treasury) sebesar USD10 miliar per bulan bank sekuritas berbasis hipotek atau MBS sebesar USD5 miliar dan dilanjutkan hingga Juni 2022. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD