AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24735.70
-0.92%
-229.85
N225
27526.75
0.02%
+4.49
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Khawatir Omicron Kian Meluas, China Beri Persetujuan Darurat Obat Covid-19 

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Kamis, 09 Desember 2021 17:10 WIB
Badan Pengawas Obat China telah memberikan persetujuan darurat untuk obat Covid-19 pertamanya di tengah kekhawatiran atas varian baru Omicron.
Khawatir Omicron Kian Meluas, China Beri Persetujuan Darurat Obat Covid-19 
Khawatir Omicron Kian Meluas, China Beri Persetujuan Darurat Obat Covid-19 

IDXChannel - Badan Pengawas Obat China telah memberikan persetujuan darurat untuk obat Covid-19 pertamanya di tengah kekhawatiran atas varian baru Omicron. Obat tersebut diklaim dapat mengurangi jumlah pasien rawat inap dan kematian.

Langkah persetujuan ini dilakukan ketika badan regulator obat di seluruh dunia berlomba-lomba untuk memberikan lampu hijau terhadap obat untuk mencegah infeksi Covid-19. Terutama untuk kelompok usia yang berisiko tinggi di tengah gelombang Covid-19 varian Omicron.

Selain itu, China juga saat ini tengah berupaya untuk mengembangkan pengobatannya terhadap Covid-19, di tengah penilaian vaksinnya yang diklaim tingkat kemanjurannya lebih rendah daripada banyak vaksin yang dibuat di Eropa dan Amerika Serikat.

Dalam pemberitahuan resmi yang diterbitkan, Administrasi Produk Medis Nasional China mengatakan telah memberikan persetujuan darurat untuk penggunaan obat Covid-19 antibodi monoklonal.

Antibodi monoklonal adalah sejenis protein yang menempel pada protein lonjakan virus corona, sehingga mengurangi kemampuannya untuk memasuki sel-sel tubuh.

Perawatan tersebut melibatkan kombinasi dua obat, diberikan melalui suntikan, dan dapat digunakan untuk mengobati kasus-kasus tertentu yang berisiko berkembang menjadi lebih parah. Obat tersebut dikembangkan bersama oleh Universitas Tsinghua, Rumah Sakit Rakyat Ketiga Shenzhen dan Brii Biosciences.

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), Kamis (9/12/2021), berdasarkan data percobaan yang dihimpun dari Universitas Tsinghua menunjukkan bahwa kemanjuran obat antibodi monoklonal buatannya dapat mengurangi resiko rawat inap dan kematian hingga 80 persen.

Sebuah laporan media pemerintah bulan lalu menambahkan bahwa pengobatan tersebut juga telah digunakan pada pasien yang terinfeksi wabah lokal.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD