sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Krisis Geopolitik dan Perubahan Iklim Dinilai Jadi Alarm Bijak Gunakan Energi  

Economics editor Nia Deviyana
05/04/2026 21:55 WIB
Namun, bijak bukan berarti membatasi secara kaku, melainkan menggunakan energi dengan kesadaran penuh.
Krisis Geopolitik dan Perubahan Iklim Dinilai Jadi Alarm Bijak Gunakan Energi. Foto: iNews Media Group.
Krisis Geopolitik dan Perubahan Iklim Dinilai Jadi Alarm Bijak Gunakan Energi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Meningkatnya potensi krisis energi imbas konflik geopolitik, serta perubahan iklim yang berujung pada cuaca ekstrem, musim yang semakin sulit diprediksi, banjir, hingga kekeringan, dinilai harus menjadi alarm untuk mengonsumsi BBM secara bijak.

Direktur The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode, berpendapat bijak menggunakan BBM seharusnya bukan lagi menjadi sekadar wacana.

"Setiap liter BBM yang kita bakar, berarti kita menambah emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Dampaknya nyata dan kita sudah merasakannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).
 
Meski demikian, Amanda memberi catatan bahwa bijak bukan berarti membatasi secara kaku, melainkan menggunakan energi dengan kesadaran penuh.
 
"Ini bukan soal melarang orang menggunakan kendaraan, tetapi bagaimana kita menggunakan energi secara efisien dan bertanggung jawab," kata dia.
 
Langkah sederhana seperti mengurangi perjalanan yang tidak perlu, berbagi kendaraan, hingga beralih ke transportasi umum bisa menjadi bagian dari solusi. Menurut Amanda, perubahan besar justru lahir dari akumulasi tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.
 
Kondisi krisis energi global saat ini, menurut Amanda, seharusnya menjadi titik balik untuk melakukan hemat dan bijak dalam mengonsumsi BBM. Ketika harga BBM naik atau pasokan terganggu, masyarakat dipaksa untuk meninjau ulang pola konsumsi yang selama ini dianggap normal.
 
"Ini momentum untuk berubah. Kita tidak bisa terus mengandalkan sumber energi yang terbatas dan merusak lingkungan,” ujarnya.


 
Amanda juga menggarisbawahi bahwa dampak konsumsi BBM berlebih tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga dapat merembet kepada kualitas hidup manusia. Polusi udara meningkat, risiko penyakit pernapasan bertambah, dan ekosistem semakin tertekan. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini akan memengaruhi ketersediaan air, ketahanan pangan, hingga stabilitas ekonomi.
 
"Yang sering kita lupakan, generasi mendatang akan menanggung beban terbesar dari keputusan kita hari ini. Jadi mari kita mulai bersikap bijak dalam menggunakan BBM hari ini,” ujarnya.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement