Tembaga merupakan pendorong utama hasil tersebut, dengan EBITDA yang diatribusikan dari divisi tersebut naik menjadi USD18,2 miliar dari USD12,3 miliar tahun sebelumnya.
Pendapatan divisi tersebut meningkat menjadi USD29 miliar, meskipun produksi turun tiga persen menjadi 1,95 juta ton.
BHP mengumumkan dividen final sebesar 99 sen per saham, sehingga total pembayaran dividen setahun penuh mencapai 172 sen, atau USD8,7 miliar, tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Untuk tahun fiskal 2027, BHP memperkirakan produksi tembaga sebesar 1,65 juta hingga 1,8 juta ton. Produksi batu bara metalurgi diperkirakan mencapai 18,5 juta hingga 20,5 juta ton. (Wahyu Dwi Anggoro)