"LCT tumbuh sangat baik. Kami berharap instrumen ini dapat membantu memperkuat struktur ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.
Hingga saat ini, implementasi kerja sama LCT Indonesia telah aktif berjalan bersama tujuh negara mitra, yaitu China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab (UEA), dan Singapura.
Skema LCT ini memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha dan investor untuk bertransaksi menggunakan mata uang lokal dari masing-masing negara tanpa perlu bergantung pada dolar AS. Langkah ini terbukti efektif dalam memangkas biaya transaksi serta memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.
Ke depan, BI terus mengakselerasi perluasan jangkauan kerja sama LCT. Thomas membeberkan bahwa BI saat ini sedang mematangkan inisiasi kerja sama serupa dengan tiga negara mitra baru, yakni India, Filipina, dan Hong Kong.
Perluasan jaringan ini diharapkan dapat memperluas cakupan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas sekaligus memperkuat daya tahan sektor eksternal Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.
(Rahmat Fiansyah)