Data bulanan menunjukkan lifting gas berada di kisaran 913,7–977,9 MBOEPD sepanjang tahun. Capaian tertinggi terjadi pada Maret sebesar 977,9 MBOEPD, sementara terendah tercatat pada Agustus sebesar 913,7 MBOEPD. Pada akhir tahun, lifting gas kembali menguat ke level 964,0 MBOEPD di Desember.
Bahlil menegaskan, pemerintah terus mendorong optimalisasi produksi melalui percepatan proyek hulu migas, reaktivasi sumur idle, serta percepatan pengembangan lapangan baru. Selain itu, penyederhanaan perizinan dan insentif investasi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan produksi nasional.
Pemerintah berharap tren positif di sektor minyak dapat menjadi modal awal untuk memperbaiki kinerja lifting migas secara keseluruhan pada 2026, seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah proyek pengembangan lapangan dan peningkatan aktivitas eksplorasi.
(NIA DEVIYANA)