sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat

Banking editor Nia Deviyana
26/02/2026 20:13 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menutup 2025 dengan kinerja bisnis yang solid di tengah laju ekonomi global yang termoderasi.
BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat. Foto: BRI.
BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat. Foto: BRI.

IDXChannel – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menutup 2025 dengan kinerja bisnis yang solid di tengah laju ekonomi global yang termoderasi. Perseroan membukukan laba sebesar Rp57,132 triliun yang ditopang struktur pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit yang terjaga, hingga perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan.

Capaian ini pun memperkuat peran BRI dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif dan keberpihakan pada ekonomi kerakyatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV-2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta pada Kamis (26/2/2027).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Treasury & International Banking Farida Thamrin, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.

Membuka paparannya, Hery menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, perekonomian domestik tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2 persen pada 2026, ditopang kuatnya permintaan domestik. 

Inflasi Indonesia juga terkendali dalam kisaran target Bank Indonesia, yakni sekitar 2,9 persen, dan stabil pada 2026. Kondisi tersebut mendukung daya beli masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.

"Secara keseluruhan, kombinasi inflasi yang terjaga, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi yang cukup kuat bagi ekonomi Indonesia ke depan," ujar Hery.

Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi dan kinerja positif perbankan menjadi fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan. 

Kombinasi pertumbuhan DPK yang impresif, kualitas aset yang sehat, likuiditas yang kuat, dan rasio kredit bermasalah yang terjaga di level 2,05 persen, serta profitabilitas yang stabil memberikan ruang bagi industri perbankan untuk melanjutkan ekspansi pada 2026. 

Berangkat dari fondasi yang solid tersebut, BRI sebagai bank yang berfokus pada ekonomi kerakyatan mengambil peran strategis melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, sejalan dengan upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama pembiayaan sektor produktif. 

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar mencapai Rp80,09 triliun atau 44,97 persen dari total penyaluran KUR yang disalurkan oleh BRI.

Halaman : 1 2 3 4 5 6 7
Advertisement
Advertisement