AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24254.86
1.08%
+257.99
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
0.00
-100%
-16853.57
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,818 / gram

Lindungi Rakyat Miskin Selama PPKM Darurat, Menkeu Siapkan Dana Rp8 Triliun

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Senin, 05 Juli 2021 15:23 WIB
Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga lebih dari Rp8 triliun untuk diskon tarif listrik, Bantuan Sosial Tunai (BST), serta bantuan untuk UMKM.
Lindungi Rakyat Miskin Selama PPKM Darurat, Menkeu Siapkan Dana Rp8 Triliun. (Foto: MNC Media)
Lindungi Rakyat Miskin Selama PPKM Darurat, Menkeu Siapkan Dana Rp8 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Guna mengurangi dampak signifikan terhadap masyarakat menengah ke bawah, pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga lebih dari Rp8 triliun untuk diskon tarif listrik, Bantuan Sosial Tunai (BST), serta bantuan untuk UMKM.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan, stimulus diskon listrik bagi pelanggan rumah tangga dan subsidi biaya abdomen bagi pelaku usaha juga akan diperpanjang dari 6 bulan ke 9 bulan. Artinya, akan diberikan diskon sampai September 2021.

"Total anggaran yang dialokasi mencapai Rp2,33 triliun," ucap Sri Mulyani melalui laman Instagram @smindrawati, Senin (5/7/2021).

Kemudian, Sri Mulyani menyebutkan, Bantuan Sosial Tunai (BST) juga akan diperpanjang dua bulan untuk 10 juta penerima manfaat.

"Adapun anggaran yang dialokasikan sebesar Rp6,1 triliun. Untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat, APBN akan memberikan tambahan perlindungan terutama bagi masyarakat terbawah," imbuhnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, pemerintah juga terus melakukan percepatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Selain itu, penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako.

"Hal ini diharapkan dapat memberikan ketahanan sosial bagi masyarakat yang sangat terdampak akan pelaksanaan PPKM Darurat," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyebut untuk kalangan UMKM, pemerintah menambah target penerima bantuan produktif hingga 3 juta penerima. Sementara itu, untuk program kartu prakerja juga akan dilanjutkan.

"Tambahan dukungan APBN untuk PPKM Darurat akan terus dikomunikasikan dengan Menteri terkait sehingga dana APBN dapat tepat sasaran dan efektif dalam penyalurannya," tuturnya.

Kemudian, pemerintah terus mempercepat program vaksinasi agar sesegera mungkin dapat memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Diketahui hingga saat ini program tersebut sudah mencapai 1 juta dosis per hari dan akan terus ditingkatkan hingga 2 juta dosis.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengimbau masyarakat untuk bersama-sama berjuang melawan Covid-19. Yaitu dengan menekan laju penyebaran kasus positif.

"Tidak lengah tidak lelah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Terapkan terus 5 M (mencuci tangan, memakai masker, mejaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan),” tegasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD